Kisah : Darah Yang Paling Merah..!
" Nama saya Elisha Hobs, usia saya sudah 72 tahun, usia yang cukup tua untuk tetap terus melangkah menuju ke Anfield.
Ya.. Anfield adalah tujuan kami setiap minggunya jika Liverpool bermain di Anfield.
Karena faktor ekonomi dari usia 12 tahun saya mengikuti ayah saya ke pelabuhan untuk membantu sebagai buruh.untuk menambah penghasilan.
Saya tinggal sekeluarga bertiga dengan ayah dan kakak perempuan saya, ibu meninggal saat saya umur 4 tahun karena sakit. Ayah saya bernama Houlding Hobs & kakak saya Jessica Hobs. Kakak saya hanya masak dan bersih-bersih di rumah ketika saya dan ayah pergi ke pelabuhan. Saya & keluarga tinggal di daerah Bootle,Liverpool. cukup dekat dengan pelabuhan hanya berjarak 1,5 km.
Di Bootle biasanya adalah kawasan pendukung Everton, tapi ayah saya adalah pendukung Liverpool, tidak tahu kenapa dan apa alasan ayah saya lebih memilih mendukung Liverpool dari pada mendukung Everton.
Setiap pagi kami berangkat ke pelabuhan dengan jalan kaki, terkadang memakai sepeda berboncengan dengan ayah. dan sorenya kami pulang. kecuali saat Liverpool akan bertanding di Anfield,
Kamis & Jumat saya bersama ayah kerja lembur untuk mendapat hasil lebih agar bisa beli tiket pertandingan.
Saya dan ayah harus bekerja dengan rajin agar tidak di keluarkan dari Firma atau kelompok buruh kami bekerja. Jika ketahuan malas2an akan langsung di coret dari anggota Firma. Bekerja sebagai buruh adalah satu2 nya jalan kami untuk tetap bertahan hidup.
Mmm... begitulah kehidupan muda saya dulu..
Teringat saat pertama kali ayah mengajak saya pergi melihat laga Liverpool vs Bristol Rovers tahun 1954. Pulang dari pelabuhan ayah langsung mengayuh sepeda dengan cepat saya hanya diam di belakang seperti biasa hari sabtu saya mengerti ayah akan pergi ke Anfield.
Tak biasa ayah lebih dulu menyuruh saya mandi, sebelumnya ayah mandi duluan dan langsung pergi menuju Anfield Road. Selesai saya mandi ayah menyuruh saya memakai pakaian yang rapi. terus ia mandi, saya masih bingung tentang hal ini. dan hanya duduk sambil makan masakan dari Jessica.
Setelah ayah selesai mandi dan berpakaian rapi ia katakan pada saya "apa kamu ingin melihat aksi para dewa" kalau begitu mari pegang tangan ayah, lanjutnya.. saya hanya diam sambil penasaran apa sebenarnya Liverpool itu.
Kami berjalan berdua, jarak rumah kami dengan Anfield sekitar 2 km,saya terus pegang tangan ayah sambil melihatnya, seperti biasa ayah memakai baju kemeja warna putih. Ayah selalu memakai pakaian itu setiap menuju Anfield. mungkin itu satu2nya baju yang bagus yang layak untuk di bawa ke dalam Stadion.
kami terus berjalan dan terus bertemu dengan para Supporter Liverpool lainnya menuju satu arah... yaitu ANFIELD STADIUM
Di jalan menuju Stadion sudah berkumpul puluhan ribu orang...
Semua berteriak...
Liii...verpollll... Liii...verpolll...
Liii...verpollll... Liii...verpolll... termasuk suara ayah saya....!!
Puluhan ribu suara bergema, bagai suara dari surga..
Ini hal pertama paling menakjubkan dalam hidup saya,, kekompakan, fanatisme semuanya bersatu dalam satu keluarga. saling menyapa dan bersalaman. Di dalam stadion saya berdiri di samping ayah, terkadang saya duduk karena capek.
Saat pertandingan berlangsung ayah selalu berteriak.. Hal yang paling menarik Liverpool kala itu menang 5-3 dari Bristol Rovers, 5 gol Liverpool di cetak oleh Evans.
Pertandingan berakhir saya sangat senang melihat ayah saya yang selalu tertawa bersama teman2nya! dia berteriak "Evans..Evans.."
"Kamu tahu nak Evans itulah raja dari dewa2 yang tinggal di Surga" bilang nya pada saya..
Air mata saya berlinang, tidak tahu kenapa.... mungkin karena Liverpool menang atau senang melihat ayah saya bahagia atau saya senang karena di ajak melihat pertandingan Liverpool? atau karena semuanya.. yang jelas semuanya dari satu hal, yaitu Liverpool FC.
Setelah saat itu saya terus pergi melihat aksi Liverpool di Anfield bersama ayah.kami hanya menonton di Anfield karena saat Liverpool bermain keluar kota kami tidak sanggup dengan biaya yang cukup besar. kalah,menang, juara & degradasi saya alami bersama Liverpool.
Hingga saya berkeluarga anak pertama saya beri nama Evans Hobs. dan saya berhenti bekerja di pelabuhan dan membuka sebuah toko.
Saya tidak pernah Absen menyaksikan laga Liverpool di Anfield sampai usia saya 58.
Seperti kisah lama, saja juga ajak anak saya Evans ketika umur 15 tahun untuk menyaksikan laga Liverpool FC."

0 comments: