NASIB MALANG MAMADOU SAKHO
Mamadou Sakho. Semenjak nomor punggung 17 diambil alih oleh Estonian yang bernama Ragnar Klavan, posisinya semakin mengkhawatirkan. Entah ada angin apa, tiba-tiba Pak Jurgen mengesampingkannya dan lebih percaya Lucas-Klavan yang jadi back up Lovren-Matip. Entah ada bisikan apa, hingga Pak Jurgen lebih kekeuh untuk menggunakannya di U23 saja (padahal fit keadaannya).
Kabar terbaru mengenai Sakho, gajinya akan dipangkas demi kestabilan klub dan (mungkin) akan memancing amarahnya untuk segera keluar dari Liverpool. Lalu godaan setan seperti apa sampai Pak Jurgen rela mengasingkannya sesadis ini? Hanya mereka dan Tuhan yang tau. Sampai sekarang beritanya pun masih samar-samar gak jelas. Yang pasti, ada alasan kuat di balik sikap Pak Jurgen terhadap Mamadou Sakho.
Baiklah. Tanpa mengesampingkan jasa Sakho terhadap Liverpool, sewajarnya Sakho pergi dari Liverpool demi karir sepakbolanya. Sudah tak ada harapan lagi masuk tim inti, kecuali Pak Jurgen tiba-tiba dapat hidayah setelah Sakho sholat tahajud. Mungkin saat ini Sakho lebih rajin sholat istiqarah demi menentukan jalan yang terbaik, apakah keluar atau tetap menunggu waktu bermain entah sampai kapan. Semoga dengan ini Liverpool (Jurgen) dan Sakho dapat menemukan win win solution atas masalah pelik ini.
Sakho tetaplah pemain yang kami dambakan untuk tetap tinggal. Sakho tetaplah pemain yang peduli dengan fans dan sangat dekat dengan fans khususnya fans cilik Liverpool. Sakho tetaplah pemain paling ramah senyum. Sakho tetaplah passionate player setiap kali bermain di lapangan. Namun Sakho sekarang beda (situasinya) dengan Sakho yang dulu. Sakho 17 sudah sangat beda dengan Sakho 3. Sakho sudah terlanjur terkena masalah pelik dengan manajernya. Demi karirnya terpelihara lagi, jalan keluar menanti.
Sakho dengan segala keterbukaannya (ekstrovert), akan menemukan klub yang baik untuk dirinya demi memulihkan karirnya sebagai pesepakbola. Serie-A? Mungkin saja.
---
Ditulis oleh: #SB

0 comments: